Senin, 09 Mei 2011

Menghitung pompa centrifugal

Sebuah pompa merupakan pesawat angkut yang bertujuan antara lain memindahkan zat cair. Zat cair hanya mengalir bila terdapat perbedaan tekanan tertentu. Jadi pompa itulah yang harus membangkitkan perbedaan tekanan tersebut. Sesuai dengan prinsip kerjanya, pompa dibedakan dalam kelompok utama sebagai berikut; pompa desak, pompa sentrifugal, pompa ulir, pompa aliran pusar dan berbagai macam pompa yang lain. Namun pada percobaan ini kita hanya akan membahas mengenai pompa jenis sentrifugal.
1. Dasar Teori
Pompa sentrifugal mempunyai impeller untuk mengangkat zat cair dari tempat yang lebih rendah ke tempat yang lebih tinggi. Head akan menarik zat cair karena daya dari luar diberikan kepada poros pompa untuk memutar impeller didalam zat cair. Maka zat cair yang ada di dalam impeller, oleh dorongan sudu-sudu ikut berputar, karena gaya sentrifugal maka kapasitas zat cair mengalir dari tengah impeler keluar melalui saluran di
antara sudu-sudu.

Pompa
merupakan mesin fluida yang memberikan energi kepada fluida. Untuk pompa sentrifugal, pompa dapat bekerja karena ada impeler, shaft (pusat putaran) dan casing (penutup impeler). Mekanisme kerja dari pompa tersebut ketika impeler berputar, fluida masuk melalui volute yang berbentuk spiral. Dalam bentuknya yang paling sederhana, pompa sentrifugal terdiri dari sebuah kipas yang dapat berputar dalam sebuah rumah pompa. Pada rumah pompa ini dihubungkan saluran isap dan saluran kempa. Kipas yang dimaksud disini terdiri dua buah cakra dan diantaranya terdapat sudu-sudu. Pada pompa terjadi hubungan kesebangunan yang berguna untuk memperkirakan unjuk kerja pompa jika putaran pompa dirubah, hukum kesebangunan
pompa dapat dirumuskan:
dimana:
D : diameter impeler (m)
n : putaran pompa (rpm)
P : daya poros pompa (kw)

Pompa juga mempunyai karakteristik diantaranya:

Kecepatan spesifik
Kecepatan spesifik pompa
impeler sangat berguna untuk menentukan jenis impeler dan ukuran impeler. Persamaan kecepatan spesifik pompa dapat dituliskan:
dimana harga n, Q, H adalah harga-harga pada titik
efisiensi maksimum pompa.
Jika harga ns kecil, maka impeler akan berjenis sentrifugal, jika harga ns bertambah besar maka lebar saluran didalam impeler akan bertambah besar pula, dan apabila harga ns bertambah lebih lanjut maka akan mencapai bentuk aliran campur, dan aliran yang melalui impeler akan mempunyai arah diagonal terhadap sumbu poros. Jikalau nilai ns diperbesar lagi maka aliran yang terjadi mempunyai arah aksial atau sejajr dengan sumbu poros.

Daya air
adalah energi yang diperoleh air dari pompa per-satuan waktu. Daya air besarnya sama dengan daya poros pompa dikurangi kerugian daya didalam pompa, persamaan daya air dapat ditulis :

Pw = g . Q . H

Dimana : 

g : gravitasi spesifik air (kg / m2s2 )
Q : kapasitas air ( m3 / s )
H : head ( m )

Torsi pompa
dihitung dengan rumus:
T = F x L
Dimana : 

F : gaya yang terjadi karena aliran air (N)
F = m . g
L : adalah lengan gaya yang diukur dari poros pompa ke pengukur gaya (m)


Daya pompa
yang terjadi dihitung dengan persamaan:
P = 2 . m . n . T

Dimana :
P : daya pompa ( Watt )
n : putaran ( rps )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar